Be Yourself !



Tentang kehidupan.
Bagian 1
Tentang “Aku / Kamu”
Kalian tentu sering menyuarakan “be yourself”, untuk teman, sahabat, atau siapapun yang mungkin sedang dalam proses setahap lebih lanjut dari “mengimitasi” atau unconfident.
Tapi bagaimana dengan kalian sendiri? Apakah kalian sudah be yourself ?
Ada baiknya kalau kalian introspeksi dulu apa kalian sudah menerapkan prinsip-prinsip “menjadi diri kalian sendiri”.
Memang tidak salah kalau kalian mengingatkan orang lain untuk terus percaya diri dengan kemampuan atau apa yang ada pada diri mereka sendiri, tapi perlu di ingat bahwa harusnya kalian sendiripun sudah mampu memahami yang dimaksud dengan “be yourself”.
Pada dasarnya, setiap dari kita dibekali Tuhan dengan anugerah yang ada pada diri kita sendiri.
Bakat, kemampuan lebih pada satu bidang, kemampuan lebih untuk menggeluti atau mencerna sebuah “ilmu” dan entah yang lain, adalah sebuah “nikmat” dunia yang dibawakan Tuhan untuk diri kita masing-masing.
Kalau sampai ada yang beranggapan bahwa “saya tidak punya bakat apa-apa” itu sangat salah, tahu kenapa?
Saya percaya bahwa setiap dari kita pasti terlahir dengan suatu bakat, bahkan tidak hanya satu bakat saja.
Nah, untuk bakat sendiripun “kemunculan”nya tidak serta merta langsung tampak.
Ada bakat yang “malu-malu” dan seolah terbenam, sehingga kita sendirilah yang harusnya “membangunkan” bakat itu.
Banyak pula faktor-faktor yang menyebabkan suatu bakat tidak “keluar” sebagaimana mestinya.
Kemungkinan yang sangat mungkin adalah tertutupnya bakat itu dengan bakat yang lain, atau bisa jadi dikarenakan dari pribadi kita sendiri yang kurang menyadari dan terlalu menyibukkan diri dengan “hal-hal” lain yang akan semakin menutup bakat itu muncul.
Nah, untuk memunculkan bakat itu sendiri kita harus meng-explorenya dulu, sekarang ini kan baru jamannya KEPO ya? Dan kepo bisa jadi satu jalan untuk kita menemukan bakat atau kita yang “sebenarnya”.
Kadang kalau kita sedang menonton sesuatu, misalnya ya, ada orang sedang bela diri, nah kita kepo akhirnya, tertarik dan tanya-tanya ingin tau bagaimana itu belajar bela diri, yang dasar-dasar dulu mungkin.
Dari situ bisa jadi kalian punya bakat luar biasa di bidang bela diri, kalian menemukan perasaan yang seolah berkata kalau ini “my comfort zone”. Dan kalian sudah selangkah lebih dekat untuk memunculkan bakat itu.
Oke, masih banyak tips-tips atau kiat-kiat untuk memunculkan “bakat” yang ada tapi sembunyi atau mati suri karena tidak pernah kita sadari.
Tapi untuk kali ini, lebih menekankan ke “be yourself”nya saja ya.
Singkatnya be yourself itu jadi diri kamu sendiri, panjang atau lebarnya begini,
Be yourself adalah satu istilah yag menjurus kepada pemikiran dan perilaku kita yang seutuhnya atau setidaknya, cukup menggunakan kemampuan alami kita, dengan faktor internal yang ada dari diri kita.
Sekarang memang jamannya mengidolakan sesuatu, sayapun pernah.
Itu tidak salah, tapi satu pesan saya, artis, atau siapapun tokoh yang kita idolakan, jadikan dia sebagai inspirasi, bukan obsesi untuk diimitasi. Tidak peduli sekalipun semua orang tau idola kalian itu perfect sekalipun, kalian tidak harus sampai terjerumus untuk mengimitasinya.
Bedakan ya antara “menjadikan” idola itu inspirasi dengan mengobsesi.
Obsesi disini, maksudnya kalian tercancang dan punya pandangan berlebihan untuk menjadi mirip atau bahkan sama persis dengan idola kalian. Sampai-sampai kalian terlalu menjiplak dan menjalani hidup dengan patokan kehidupan idola kalian.
Obsesi dan mengimitasi, saya jamin itu sebenarnya buka zona nyamannya kalian, kalian hanya tersugesti atau untuk beberapa saat menikmati proses “gila” ini.
Kembali lagi ke be your self, yang paling penting agar kalian bisa benar-benar be yourself adalah tingkat kepercayaan diri yang wajar. Kenapa saya bilang “wajar”? kalau saya bilang tinggi, saya takut kalian mengartikan dengan narsis atau overconfident. Jangan ya !
Semaksimal mungkin, kalian harus yakin dengan diri kalian sendiri, kalau kalian mampu.
Tau kenapa? Megutip sedikit yang sudah saya tulis tentang Esensi Hidup, “Dan filosofinya, karena hidupku adalah tentang aku, mencari aku dan menemukan bagaimana seharusnya aku.”
Paham? Kalau belum, mari saya jelaskan! Jadi kehidupan kalian tentu adalah milik kalian sendiri, kalian yang berhak untuk menentukan setelah takdir Tuhan. Tidak perlu di bahas ya untuk campur tangan orang lain.
Nah, jadi yang disini saya maksud adalah kita harusnya tau ringkasnya memaknai hidup. Kalau kita samakan dengan perjalanan, maka hidup ini bisa jadi sepanjang jalan kita sedang berusaha untuk mencari siapa kita yang sebenarnya, mencari dan tentunya harus menemukan apa yang kita cari !
Kita sudah mendekat dengan apa itu be yourself, be yourself itu sendiri juga harusnya mencerminkan bahwa kita mampu menguasai diri kita sendiri tidak terbawa dengan pengaruh buruk, kita punya culture sendiri, boleh ada culture masuk itu akan memperkaya kita, tapi jangan sampai kita paksakan ya, budaya-budaya yang sebenarnya tidak cocok atau fals dengan kita.
Be yourself itu mendiskripsikan bahwa kita open minded tapi juga pandai dalam pergaulan, dan menyikapi keadaan. Orang berprinsip dengan komitmen tinggi yang susah digoyahkan adalah bagian dari orang-orang be yourself. Mereka totalitas, realistis dengan realitas dan tentunya memiliki satu pilar yang menyangga kepercayaan diri mereka. Jika dianalisa, kebanyakan adalah dikarenakan mereka benar-benar merasa berada di kotak kesenyamanannya. Sehingga mereka-mereka ini, terus menjadi dirinya sendiri dan tidak tergerus oleh berbagai perubahan jaman.
Be yourself itu memang rumit, tapi tidak sulit kok, sejatinya mudah kalau kita benar-benar memahami maksudnya.
Be yourself adalah upaya kalian untuk menghargai, mensyukuri apa yang Tuhan telah berikan. Kemampuan, bakat atau apapun itu.
Singkatnya, sekarang ini, jangan jadi “user” style orang lain, tapi jadi “maker”nya. Kita semua ini unik dengan gaya, pendirian dan pemikiran masing-masing.
Kuatkan komitmen kita, kepercayaan diri kita, kita ini be yourself bukan karena tuntutan, tapi kewajiban.

Comments

Popular posts from this blog

Berbagi Pengalaman (Magang): Apa itu Digital Marketing dan Apa Saja Tugasnya?

Review Fillm The Doll 2 - Film Horror Indonesia

Untuk Putriku Kelak