Baik Berbalas Buruk

Sebelumnya, terajukan sebuah pertanyaan. Mengapa ada orang 'buruk' diantara mereka yang baik? Bukankah mereka yang tidak baik tak punya pengaruh selain dalam hal menekan mereka yang baik?
Jawaban yang semoga saja benar dan disetujui adalah karena Tuhan hendak menunjukkan kuasanya yang serba mampu menguji manusia terpilih lewat manusia-manusia lain yang bahkan saudaranya sendiri.
Manusia bergenre buruk tercipta sebagai teruji dan penguji.
Mereka handal sebagai penguji, dan gagal saat diuji.
Penjelasannya adalah mereka diuji Tuhan apakah dapat menghalau segala goda dan bujuk setan, tapi gagal. Mereka tidak menepisnya, dan jadilah mereka sebagai pihak yang menguji manusia lain yang bisa jadi terpilih karena kebaikannya.
Pengaruh macam apa yang mereka bawa? Semoga mendekati pemikiran kalian!
Sebuah batu besar hanya dengan tetes demi tetes air yang mengalir terus dan berkepanjangan mampu mengikis lapisan batu tersebut, lapisan luar, sampai akhirnya mendalam.
Umpamakan orang baik adalah batu, selayaknya batu, mereka sulit digoyahkan. Mereka menjaga keimanan, dan segala macam hal penting dibagian terdalam dari mereka, menutup melindungi itu dengan lapisan terluarnya.
Giliran umpamakan orang buruk atau awamnya orang jahat dengan air, mereka nampak bening sekali ya? Tapi tak pernah ada yang menyadari merekalah penghancur yang lebih mapan dan matang daripada sebuah palu pemukul besarpun. Diam-diam meresapkan keburukan mereka sampai akhirnya menyentuh perlindungan yang telah amat kita upayakan.
Mereka berpengaruh, apalagi mereka yang bekerja diam-diam namun terus menerus.
 ***
Kau coba baiki mereka. Berbalaskah? Iya ! Baik Berbalas Buruk
Yang mereka serang adalah titik kesabaranmu, sampai akhirnya kamu ingin keluar dari belenggu "selalu menerima".
Mereka ingin menguncangkan pendirianmu, kepercayaanmu yang telah terbangun. Mereka tak akan puas dan berhenti tanpa sebuah hal besar yang balik menguncang mereka. Jangan pernah heran dengan kebaikan yang terbalas keburukan~
Tetaplah berdiam dengan daya yang semakin kamu kuatkan, kamu boleh menyerang tapi boleh jadi lebih baik mundur untuk sebuah kemajuan.
Niatan baikmu dicatatnya sebagai perlawananmu. Dan mereka membalas sebagai sebuah penyerangan.
Selamanya bumi akan seimbang dengan kejahatan dan kebaikan, mereka berkembang, tapi tak akan tumbuh selagi kita masih bertahan.
Biarkan mereka yang kau baiki membalas dengan buruk, atau yang tiba-tiba menjahatimu lalu kau baiki dan tak berhasil, menerima resiko sebagai seorang penguji. Mereka cakap tapi kita yang diuji lebihlah handal daripada mereka.
Percayalah~

Comments

Popular posts from this blog

Berbagi Pengalaman (Magang): Apa itu Digital Marketing dan Apa Saja Tugasnya?

Review Fillm The Doll 2 - Film Horror Indonesia

Untuk Putriku Kelak