Pertanyaan Hingga Akhir Hayat

Mereka yang sakit dan menelurkan jutaan rupiah, apakah melakukan kepercumaan?
Apakah ketika mereka membayar sekian rupiah, umur mereka akan diperpanjang?
Tapi bukankah kematian itu takdir? Dan tidak bisa diubah? Apakah bila mereka tidak berobat, umur mereka akan sama dengan mereka yang berobat?
Atau apakah ketika mereka memutuskan untuk berobat, takdirlah yang mendorong mereka untuk memilih?
Pilihan yang kita buat apakah termasuk takdir yang sebenarnya tidak bisa dikompromi? Dan Allah secara tidak kita ketahui telah menjadikan kita berpikir tentang memilih opsi tertentu?
Jika kematian adalah takdir, apakah proses menuju kematian beserta pilihan-pilihan rumit adalah takdir yang rigid dan tidak bisa diubah?

---
Untuk mereka yang sakit, apakah obat-obatan benar-benar memberi penyembuhan? Apakah kemoterapi benar-benar menghancurkan sel kanker? Apakah cuci darah menjadi satu-satunya jalan bagi mereka dengan penyakit ginjal ataupun thalasemia? Lalu apakah operasi benar-benar pengangkatan penyakit atau hanya mengangkat tumor dan menyisakan kesempatan, celah dapat kembali tumbuh?
Lalu dengan apa kesulitan-kesulitan ini hilang kemudian? Bila banyak yang berusaha layaknya semestinya namun tidak menuai keberhasilan?
Kata orang, kerjakan saja apa yang seharusnya (ikhtiar) dan biarkan Allah menentukan, menyelaraskan usaha beriring doa, menimang kelayakan apa kita layak sembuh atau layak pergi saja, pergi untuk apa? Apa agar tidak perlu lama merasakan sakit, apa agar tidak bertemu dengan hari akhir, atau agar tidak punya kesempatan lagi dan langsung merasakan siksa kubur?

Comments

Popular posts from this blog

Berbagi Pengalaman (Magang): Apa itu Digital Marketing dan Apa Saja Tugasnya?

Review Fillm The Doll 2 - Film Horror Indonesia

Untuk Putriku Kelak