Apa Bapak tidak percaya Tuhan?

Umur, rezeki dan jodoh telah disebut Tuhan sebagai takdir yang telah digariskan bagi masing-masing individu.
Ini adalah sebuah tulisan untuk mengapresiasi seorang driver Gojek.

---

Pagiku terusik
Aku memesan Gojek untuk menuju Kampus UI Depok
Kosanku terletak di Jalan Juragan Sinda, Kukusan, Beji, Depok
Rute yang akan ku lewati salah satunya adalah Jalan Masjid Al Farouq
Pagi ini aku memesan pada pukul 10:41
Aku tidak sedang terburu-buru
Aku punya cukup waktu
Namun aku memerlukan jemputan yang dekat
Mudah aku jangkau mengingat kesehatan sedang tidak terlalu baik
Aku tidak sedang manja
Percayalah

Mas Bari Siswoyo akan menjadi driverku pagi ini
Ia menjemputku dan segera saja kita berangkat
Belum sampai 5 menit, di sebuah tanjakan dekat Masjid Al Farouq
Seorang bapak ojek pangkalan menyetop kami
Kemudian ia mulai berbicara pada driver dan langsung menggunakan nada tinggi
Aku mendengarkan sampai akhirnya terpancinglah emosiku
Dia ngotot memarahi driver gojek karena telah "mengambil" penumpangnya
Aku membatin, maaf Bapak, saya bukan calon penumpang anda
Lalu ku bilang padanya bahwa aku ingin ke kampus dan tidak ingin diganggu olehnya
Lalu ia berkata "Iya kalau Mbak mau kan jalan kesini terus ke kampusnya dianterin ojek sini"
Aku membatin lagi, maaf bapak, aku tidak menyanggupi berjalan sampai pangkalanmu, dan aku tidak berpikir untuk menggunakan jasamu
Kemudian ia masih mengancam akan melaporkan
Aku tidak tahan lagi
"MAU MELAPOR KE SIAPA BAPAK? PASAL APA?"
"Ya saya bisa lapor polisi karena mbak yang pesen gojeknya, kalau nggak saya bawa drivernya ke asrama" (apa asrama brimob yang dimaksud? mengingat lokasi yang cukup dekat?, Oh dia merasa punya back up :))
Saya meminta driver untuk segera berjalan
Namun dihadapannya masih berdiri Bapak itu
Padahal driver tidak berhenti meminta maaf, meminta Bapak tersebut untuk menyingkir namun bapak tidak bergeming
Kemarahan saya terus berlanjut dan dialog-dialog berikutnya tidak ingin saya tulis disini

Seorang mahasiswa yang lewat menangkap momen tersebut melalu HP miliknya
Andai saya bisa menemukan dokumentasi itu

Akhirnya setelah perdebatan yang cukup membuat saya memuncak
Saya minta driver untuk segera melanjutkan perjalanan
Tepat di tanjakan saya teriaki dia
"KALAU BAPAK BEGINI, APA BAPAK TIDAK PERCAYA TUHAN? REZEKI SUDAH ADA YANG MENGATUR PAK!
Begitu kata terakhirku sebelum aku muak untuk melihatnya yang mungkin sedang memakiku

Lalu bagaimana denagn driver saya?
Dia berkata "Sudah Mbak, sabar"
"Ya gak bisa begitu Mas"
Lalu air mata saya jatuh
Saking kesalnya
Tidak Terima
Dan tidak tega dengan driver tersebut
Sepanjang jalan ia melajukan motornya dengan pelan dan kami tidak saling berbicara
Mungkin ia masih mendengar tangisku
Mungkin ia sungkan

11:10 aku telah tiba di kampus
Air mata masih merembes dari pelupukku

12:42 ada SMS yang masuk
Begini bunyinya
Siang mba, saya dari driver gojek, terima kasih menggunakan jasa gojek, sebelumnya saya sebagai driver gojek mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang membuat ketidaknyamanan selama perjalanan, sekali lagi saya mohon maaf.
Terima kasih.

Yang ingin saya katakan,
Bahwa Mas tidak bersalah
Mas sangat baik karena telah bertanggung jawab sepenuhnya
Mengantar saya sampai ditujuan
Saya amat mengapresiasi hal tersebut

Dan teruntuk Bapak
Semoga segera disadarkan bahwa rezekimu telah diatur
Dan engkau harus percaya bahwa Tuhan Maha Adil
Semoga esok suara masjid di dekat pangkalanmuMengetukmu lebih dalam
Khotbah dari Khatib akan menerangkan pemikiranmu
Semoga esok istri, ibu dan anak perempuanmu tidak pernah diperlakukan seperti ini :)
Semoga...

Comments

Popular posts from this blog

Berbagi Pengalaman (Magang): Apa itu Digital Marketing dan Apa Saja Tugasnya?

Review Fillm The Doll 2 - Film Horror Indonesia

Untuk Putriku Kelak