Untuk Putriku Kelak

Sedang apa kamu nak?
Menawar sisa alkoholmu semalam dengan sekaleng susu?
Jika iya, kamu bukan putri yang aku tunggui selama ini
Sejak tulisan ini masih bayang-bayang
Saat belum ada orang yang ku lihat sebagai masa depanku, sebagai ayahmu

"Ibu jahat"
Jangan berkata demikian, nak
Aku tidak sedang menggagungkan diriku
Namun usiaku telah lebih daripadamu
Telingaku telah mendengar hal-hal buruk yang membuat enggan tuk mendengar
Mataku telah menyaksikan keburukan yang timbul dan siapapun tak ingin melihat
Dan kamu berniat menyentuh salah satu dari keburukan itu?

Nak,
Jangan pergi tanpa pamit atau menipu Ibu dengan berbagai alasan
Hal yang menurutku tidak baik untukmu, memang tak selalu tepat bagimu
Tapi saat kamu membaca tulisan ini tolong pikirkan satu hal
Aku menunggu 20 bahkan 30 tahun untuk menemuimu
Dan kamu ingin suatu malam aku menjumpaimu mengendap-endap masuk rumah sepulang dari bar?
Aku akan berpuluh-puluh kali terkaget-kaget karenamu
Memikirkan apa yang salah dalam didikanku?
Sementara di bawah didikan nenekmu, Ibumu ini menjauh dari hal-hal semacam itu?
Dan Ibumu tetap dapat menikmati masa mudanya

Sudah, jangan mendebat dengan argumen
"Itu kan zaman Ibu"
Nak, zaman berganti namun nilai kebaikan tidak berubah
Jangan menggurui Ibu dengan alasan kamu yang hidup di tahun itu
Apa kabar Ibu? Ibu juga hidup dan merasakan atmosfernya

Kamu boleh jadi yang temanmu inginkan
Kamu boleh jadi dirimu sendiri
Ya! Tapi kalau kamu tidak punya telinga untuk mendengar nasihat
Jangan biarkan bibir Ibu terlanjur kelu untuk mengatakan
"Ibu sayang kamu nak, jangan macam-macam"

Nak, kalau kamu membaca ini dan apa yang Ibu takutkan tidak terjadi
Datang pada Ibu dan ingatkan Ibu bahwa salah satu mimpinya tercapai ya?
Mimpi untuk mengantarkan putrinya menuju kebaikan tercapai
Karena mimpi Ibu akan semakin menyempit
Demi meluaskan mimpi putrinya
Ibu masih punya mimpi
Tapi sungguh mimpimu jauh lebih dari itu
Seharusnya...

Comments

Popular posts from this blog

Berbagi Pengalaman (Magang): Apa itu Digital Marketing dan Apa Saja Tugasnya?

Review Fillm The Doll 2 - Film Horror Indonesia