Ayah dan Resiko yang Diambilnya

Ayah, barusan engkau menelpon
Menceritakan alasanmu baru menghubungiku
Ternyata semua karena lembur
Aku jadi malu
Semua karena aku ya, Yah?

Ayah, kemarin engkau bercerita
Tentang bahasa asing yang sukar engkau pahami
Dikala meeting dengan kolegamu
Dan engkau memintaku mengajarimu
Akupun menghela napas panjang, Yah
Pendidikanku yang berada diatas pendidikanmu adalah bukti
Kerelaanmu menyempitkan mimpimu
Demi meluaskan mimpi anak-anakmu
Aku jadi malu
Semua karena aku ya, Yah?

Ayah, kemarin engkau bercerita
Tentang tagihan yang ada di depan mata
Bagaimana biaya pendidikan dan kesehatanku menuntutmu
Namun engkau menghibur keresahanku dengan berkata
“Itu tanggung jawab Ayah, Nak”
Aku jadi malu
Semua karena aku ya, Yah?

Ayah, usiamu empat puluh sembilan
Masih berkelut dengan terik
Dibawah kerangka bangunan dua belas lantai
Aku jadi malu
Semua resikomu karena aku ya, Yah?

***

Penutup:
Teruntuk Ayah terbaikku,
Segera tuntaskan pekerjaanmu
Segera pula bangun perusahaan konsultan dibawah naungan namamu
Agar ilmumu yang membuatku terkagum
Tersalur tanpa terpapar panas mentari
Teramat cukup waktumu sejak lulus sekolah menengah atas
Bekerja dibawah naungan bayang-bayang resiko
Putrimu khawatir, Yah
Dan menyayangimu dengan sangat!

(Perkenalkan, Ayahku lulusan SMA, namun membuatku terkagum-kagum dengan pengalaman yang mengantarkannya mencapai ilmu yang setara pendidikan lebih tinggi dari yang bisa beliau kecap, bagaimana ia membawahi orang-orang besar dan hebat yang jauh lebih beruntung nasibnya (dulu) ketimbang beliau)

Comments

Popular posts from this blog

Berbagi Pengalaman (Magang): Apa itu Digital Marketing dan Apa Saja Tugasnya?

Review Fillm The Doll 2 - Film Horror Indonesia

Untuk Putriku Kelak