Ibu dan Kerinduanku

Masih dalam suasana hari Ibu
Teriring kerinduan teramat mengingini dekapan Ibu
Tentang aku, di sudut kamarku
Dan Ibu, di ujung jauh

***

Assalamualaikum Ibu...
Bu, maukah engkau mendengar kisahku?
Kisah tentang seorang anak rantau di peraduannya?

Jadi begini, Bu...
Aku baru saja pulang selepas makan malam dengan temanku
Dan aku ingin bertanya?
Sudahkah perutmu terisi makanan layaknya aku yang kenyang dengan makananku?
Sudahkah peluh lelahmu bekerja seharian hilang?
Barangkali, untuk menyeka keringatmu saja engkau lupa, Bu
Aku jadi tak enak hati...

Aku baru memulai mengerjakan tugas ditemani temanku, Bu
Sementara engkau sudah menuntaskan tugas dan kewajibanmu
Namun masih ditagih permintaan rewel adik-adik ya?
Dan aku ingin bertanya,
Seberapa kokoh kesabaranmu, Bu?
Orang bilang tanda sabarmu habis adalah kemarahanmu
Namun amarahmu tak pernah bertahan sampai hitungan jam Bu
Maka secepat apa kesabaran itu kembali?
Apakah pondasi milikmu sebegitu kuat?
Ajari aku, Bu...

Aku baru saja usai menarik uang dari rekeningku untuk kebutuhan esok, Bu
Dan aku ingin bertanya?
Bagaimana engkau mengatur segalanya hingga aku tak pernah merasa kekurangan Bu?
Padahal kakak masih meminta,
Apalagi adik-adik di rumah sana?
Aku malu, Bu...

Aku akan segera naik ke tempat tidurku, Bu
Dan aku ingin bertanya?
Kapan mata lelah itu akan terpejam sekedar beristirahat?
Katamu dulu seusai beras dinanak jadi nasi ya, Bu?
Bahkan sarapan esok sudah terpikir olehmu
Aku salut, Bu...

Bu, engkau begitu jauh dari pandangku
Andai jarak ini kabur
Maka aku akan berada di depan pintu
Meneriakkan panggilanku padamu, seraya menantimu menyambutku
Dan aku ingin bertanya?
Rinduku belum ada apa-apanya dibanding rindumu kan, Bu?


Perkenalkan, ini Ibuku...

Comments

Popular posts from this blog

Berbagi Pengalaman (Magang): Apa itu Digital Marketing dan Apa Saja Tugasnya?

Review Fillm The Doll 2 - Film Horror Indonesia

Untuk Putriku Kelak