Kalimat Tamparan yang Menohok

Bayangkan disuatu pagi yang cerah. Tetanggamu datang dan membawakanmu makanan. Senang? Bagus. Bayangkan lagi makanan yang diberikan kamu sia-siakan. Bagaimana bila kamu menjadi tetangga itu? Kecewa, betul? Bagus.
Maka tulisan ini, akan menjadi jawaban dari pengandaian diatas. Tulisan ini akan bercerita seberapa menohoknya kalimat saat dengan jujur diungkapkan.
Saat orang yang peduli denganmu kamu sia-siakan dan pada akhirnya mereka berbalik, tidak lagi sama. Aku dan kamu barangkali akan tertampar. Kita lihat saja.

Suatu siang sebuah pesan mendarat. Berjarak 400 kilometer lebih, ada kalimat menanyakan kabar, lalu disambut jawaban sederhana. Maka kemudian, perbincangan dimulai.
Teman-teman, perkenalkan seorang teman yang saya kenal sepanjang waktu saya memulai dunia perkuliahan hingga tiba di titik ini.
Teruntuk Teteh Sofi Isnaeni Haqi.
Kutipan berikut adalah nasihat terbaik yang bisa aku dapatkan dari orang sekitarku, bersumber dari tutur katamu yang terungkapkan melalui tulisan
"Maksud aku... aku pun bisa jadi tidak lebih baik dari kamu teh. Tapi ku harap dengan banyaknya nasehat yang kamu dapat bisa cukup membuat mu percaya kalo banyak orang yang sayang dan peduli sama kamu. Tinggal kamu yang harus usahakan sayang ke diri mu sendiri. Sebelum orang orang lain yang simpati atau empati itu satu persatu gugur"
Aku belum pernah sesedih ini menyelami kata demi kata,
Aku belum pernah tertampar sesakit ini menyadari maksud yang engkau sampaikan,
Aku tertohok hingga merasa bersalah untuk semua yang telah terjadi.


Teh Sofi, tulisan ini adalah ungkapan terimakasihku untukmu, dan harapanku agar orang-orang diluar sanapun membaca nasihatmu,
Agar tidak ada lagi orang-orang yang menyianyiakan perhatian orang lain hingga orang lain tersebut berada di titik jenuh, sampai pada kata "malas".
Teruntuk teman-teman yang membaca, ada baiknya nasihat tersebut didengarkan, meskipun aku kamu maupun kamu dan Teh Sofi tak saling kenal. Karena belajar, mengerti dan mahami bisa dari mana saja kan? Maka belajarlah :)
Jangan lakukan kesalahanku.

Comments

Popular Posts