Sebuah Pengantar

Assalamualaikum.
Tulisan ini dibuat tepat pukul 23:30. Sepulang dari rawat inap di Rumah Sakit. Saat jalan masih belum tegap. Saat buka mulut terasa bagai cari mati, karena pasti mual.
Tulisan ini adalah pengantar tulisan-tulisan berikutnya. Agar tidak ada yang bertanya, mengapa harus menulis?
Saya sendiri adalah orang yang sangat  senang menumpahkan kebahagiaan, rasa syukur, terharu, terkesima dengan cara menulis, terlepas dari akan dibaca atau tidaknya oleh orang-orang bersangkutan yang terkait. Saya merasa bahwa apresiasi adalah hal yang penting, hal yang meskipun kadang masih dianggap "untuk apa" namun punya pengaruh yang luar biasa karena kehidupan melibatkan banyak orang, kehidupan butuh orang-orang yang punya sisi positif dalam memandang lingkunganya. Semesta lebih menyukai orang-orang yang mendewasakan pemikirannya dengan bersyukur, berterimakasih atas keberadaan orang-orang terkasih. Inti dari tulisan berikut ini adalah bentuk apresiasi saya, rasa syukur saya dan terimakasih saya atas orang-orang yang telah ada di sisi saya, bagaimanapun kondisi saya. Tulisan berikut akan mengajak kalian dan tentunya saya untuk mundur sebulan dua bulan sebelum hari ini, tentang bagaimana saya masih berada di titik ini, tentang bagaimana saya sampai di tulisan ini. Katakanlah kaleidoskop, anggaplah ini memang benar sebagai penutup tahun. Semoga siapapun yang tersebut ditulisan berikut akan berkenan. Salam hangat :)

Comments

Popular Posts