Posts

Showing posts from February, 2017

Sepotong Lirik yang Terngiang (3)

Whenever you reach for me I'll do all that I can We're heading for something
Somewhere I've never been
Sometimes I am frightened
But I'm ready to learn
Of the power of love - The Power of Love, Celine Dion Karena terkadang, kita menghadapi sesuatu yang asing, tempat baru, dan rasa takut yang mengikuti. Yang tersisa, kesiapan kita untuk belajar, untuk percaya pada kekuatan bersama, ketika saling membutuhkan, aku, dan segenap diriku, akan melakukan apapun.
Semacam janji untuk siapapun nanti...

Sepenggal Kisah dari Brebes

Image

Untuk Veena

Teruntuk kebaikan yang jauh melebihi apa yang bisa diharapkan,

Aku hendak bertanya,
Ibumu bukan Ibuku
Pun darah yang mengalir di dirimu hanya sewarna namun tidak sama denganku
Tapi mengapa kebaikanmu menggununung?
Sampai aku merasa seberapapun usahaku mengejar untuk membalas semuanya,
Aku masihlah berada di lereng dan engkau di puncak sana.

Aku masih hendak bertanya,
Kalau kekuranganku belum membuatmu pergi
Apakah ini yang layak disebut kesabaranmu?
Sampai aku merasa seberapapun aku bersalah dan marah,
Suaramu masih terdengar rendah
Walaupun aku makin meninggi

Aku belum selesai bertanya,
Terbuat dari apa setiamu?
Setiamu dalam mengingatkan walau separuhnya tidak ku jalankan,
Setiamu dalam menemani walau banyak yang ku maki

Aku hendak menutup pertanyaan,
Dengan pernyataan,
Pantas sekelilingmu begitu menyukaimu
Karena hadirmu layak disyukuri
Pantas semesta mengagumimu
Karena milikmu banyak yang dapat dibagi

Aku tetap ingin dibersamai
Maka, jadikan ini janji?
Bahwa terus akan ada cerita …

Barangkali...

Aku baru berfikir sembari berlatarkan hujan.
Barangkali, kehidupanku saat ini, yang sering aku keluhkan, yang sering aku bandingkan, adalah kehidupan yang diharapkan oleh orang lain. Ada orang-orang yang menghitung hari karena waktunya sempit. Ada yang bahkan belum melihat pagi tapi sudah dipanggil. Sepantasnya aku berterimakasih.
Barangkali, mereka yang tidak punya rumah mendambakan rumah tak seberapa milikku, tapi setidaknya aku memiliki tempat bernaung. Sehingga aku terhindar dari panas dan hujan. Sehingga aku tidur dengan nyenyak. Sepantasnya aku bersyukur.
Barangkali, kampus tempatku kuliah yang tidak ku jalani dengan maksimal, adalah kampus yang ditangisi orang-orang yang gagal mendapatkannya, juga ditangisi mereka yang tidak memiliki kesempatan untuk mengecap bangku kuliah karena keterbatasan. Sepantasnya aku berubah.
Barangkali, makanan yang aku sia-siakan, aku acuhkan hanya karena selera semata, adalah makanan yang diingini oleh orang lain diluar sana, yang ba…