Untuk Veena

Teruntuk kebaikan yang jauh melebihi apa yang bisa diharapkan,

Aku hendak bertanya,
Ibumu bukan Ibuku
Pun darah yang mengalir di dirimu hanya sewarna namun tidak sama denganku
Tapi mengapa kebaikanmu menggununung?
Sampai aku merasa seberapapun usahaku mengejar untuk membalas semuanya,
Aku masihlah berada di lereng dan engkau di puncak sana.

Aku masih hendak bertanya,
Kalau kekuranganku belum membuatmu pergi
Apakah ini yang layak disebut kesabaranmu?
Sampai aku merasa seberapapun aku bersalah dan marah,
Suaramu masih terdengar rendah
Walaupun aku makin meninggi

Aku belum selesai bertanya,
Terbuat dari apa setiamu?
Setiamu dalam mengingatkan walau separuhnya tidak ku jalankan,
Setiamu dalam menemani walau banyak yang ku maki

Aku hendak menutup pertanyaan,
Dengan pernyataan,
Pantas sekelilingmu begitu menyukaimu
Karena hadirmu layak disyukuri
Pantas semesta mengagumimu
Karena milikmu banyak yang dapat dibagi

Aku tetap ingin dibersamai
Maka, jadikan ini janji?
Bahwa terus akan ada cerita panjang sampai melantur,
Akan ada malam-malam dimana saling menginap, lalu aku tertinggal tidur
Akan ada banyak pelajaran hidup untuk kita bertukar
Dan suatu saat, aku akan menuliskannya lagi
Kemudian ku bagi pada yang lain
Walau ku tahu dirimu merasa geli

Untukmu, terimakasih!
Untuk yang lain, selamat menunggu cerita lain kami!


Salam
- Vita yang butuh waktu 30 menit untuk menimbang memposting tulisan ini.

Comments

Popular posts from this blog

Berbagi Pengalaman (Magang): Apa itu Digital Marketing dan Apa Saja Tugasnya?

Review Fillm The Doll 2 - Film Horror Indonesia

Untuk Putriku Kelak