Sajak Tiga Bait - Langit Masih Angkuh

Derai itu harusnya luruh tak peduli waktu
Sambil bercerita tentang dingin
Tapi ia masih enggan
Maka mundurlah
Dan tunggu

Tetesannya riuh namun berangsur menghilang
Sesekali tertimbun suara yang lebih gaduh
Mungkin ia masih menimbang
Maka mundurlah
Dan tunggu

Sorotnya gelap dan ia terdiam
Karena dalam keangkuhannya
Ia seperti langit di musim penghujan
Sesekali hujan, mendung,
Dan yang pasti, ia tak pernah hangat

Comments

Popular posts from this blog

Berkaca dari Seorang Teman

Kerinduan untuk 2 Tahun yang Berlalu

Untuk Putriku Kelak