Menerima dalam Persahabatan

Kita selalu memilih dengan siapa pada akhirnya kita berteman.
Namun, kita tak pernah merencanakan pertemuan dengan mereka.
Maka benar, semua telah diatur, semua ada masanya.

Aku menemukan mereka di tengah masa SMA.
Nabila, dan Lina.

Aku selalu menyalahkan diriku beberapa tahun terakhir karena merasa tidak ada untuk mereka.
Menyoalkan jarak dan waktu sebagai halangan untuk bertemu.
Padahal, aku harusnya bisa mengupayakan.
Melupakan bahwa bertegur sapa tak selamanya tentang bertatap muka.

Malam ini ku buka lagi kenangan-kenangan dengan mereka.
Mengenang bagaimana bersama begitu menyenangkan.
Dan saling bercerita sangatlah menenangkan.

Berkali-kali antusiasku pudar pada mereka.
Mereka masih ada.
Berapa kali aku tak pernah hadir.
Mereka punya cara untuk menghampiri.
Dan ketika dengan jahatnya aku berbohong.
Mereka tetap menerimaku, sebagai sahabatnya.

Mungkin, inilah pembelajaran,
Bersahabat adalah tentang menerima.
Menerima semua perubahan.
Namun sejatinya tak pernah melupakan.

Semoga aku tidak benar-benar kehilangan kalian.
Baik-baik ya Nabila di Jogja,
Dan Lina di Semarang.

Salam,
Vita, di Depok yang hampir menelpon dini hari, saking rindunya.

Comments

Popular posts from this blog

Berbagi Pengalaman (Magang): Apa itu Digital Marketing dan Apa Saja Tugasnya?

Review Fillm The Doll 2 - Film Horror Indonesia

Untuk Putriku Kelak