Untuk Berbahagia Kita Harus Ikhlas

Ketika harapmu belum jadi kenyataan,
Pernah tidak menyalahkan keadaan, diri sendiri, bahkan Tuhan?
Akupun sama,
Tapi ternyata...
Manusia dengan segala rencana besarnya,
Bukanlah penentu segala.

Ketika hal yang disebut tujuan hidup tak berjalan sesuai rencana,
Pernah tidak merasa hilang arah?
Akupun sama,
Dan ternyata,
Jatuh tak benar-benar salah,
Bahkan jadi pengingat dalam melangkah.

Jika tujuh atau dua puluh tahun lagi,
Aku menyesali hari ini,
Tulisan ini,
Akan mengingatkan diri,
Bahwa ikhlas adalah pelajaran tiada henti.

Aku percaya...
Dengan ikhlas, maka aku berbahagia.




(Ditulis untuk belajar menerima dan menyambut wisuda bulan Agustus tahun depan)

Comments

Post a Comment

Popular Posts