Ikhlas adalah Pembelajaran Seumur Hidup

Hari ini, tanggal 22 Juli.
Banyak hal yang tak tertuang dalam tulisan, namun nyata terjadi.
Hal-hal yang patut disyukuri,
Pun hal-hal yang memaksa memori kembali,
Tentang kuliah, pekerjaan (dan sedikit soal jodoh) yang katanya sudah harus dicari.

Semua,
Seperti,
Asap.
Berlalu,
Tapi menyisakan kabut.

Ternyata pikiran "anak" 21 tahun tidak sesederhana yang pernah ku pikir.
21, seperti menjadi awal dari pikulan tanggungjawab yang besar.
Tanggungjawab atas kesalahan semasa kuliah yang mencuat,
Tanggungjawab menghadapi dunia pekerjaan,
Tanggungjawab akan keluarga,

Yang bila dipaksa jujur,
Menjadi semakin sulit,
Tanpa nasihat orangtua yang mendengarkan,
Tanpa dekapan orangtua untuk menenangkan.

Setelah berhari-hari berkontemplasi,
Bagiku ini lebih mirip pelajaran,
Dengan pembelajaran tentang keikhlasan sebagai poros utamanya.

Ternyata,
Semesta menginginkan kamu, aku, untuk memahami,
Bahwa ikhlas,
Adalah pembelajaran tiada henti.

Yang tanpanya,
Aku, kamu, bisa lebih hancur dari sekarang,

Ikhlas mengangkatmu dari keterpurukan,
Jangan tanya aku sudah ditahap apa,
Seperti kataku,
Seumur hidup,
Waktu untuk kita belajar.

Namun kalau boleh berbagi,
Ikhlas mengajariku memahami,
Apa yang kita ingini,
Tak selamanya dapat kita miliki.

Comments

Popular Posts